Langsung ke konten utama

Bupati Bojonegoro Lantik Lima Kepala Desa PAW 2026, Tekankan Sinergi dan Pengawalan Program Pembangunan.


Bojonegoro ||Lintangnusantara.com– Setyo Wahono resmi melantik lima Kepala Desa (Kades) hasil Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (PAW) tahun 2026 dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Pendopo Malowopati, Kamis (12/3/2026).

Pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi keberlanjutan pemerintahan desa di wilayah Kabupaten Bojonegoro. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa jabatan kepala desa merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Bupati Wahono juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menjaga kondusivitas selama proses Pilkades PAW berlangsung, sehingga tahapan pemilihan dapat berjalan tertib, aman, dan lancar.

Dalam arahannya, Bupati menekankan empat poin penting yang harus segera dijalankan oleh para kepala desa yang baru dilantik selama masa jabatan dua tahun ke depan.
Pertama, sinergi dan peningkatan pelayanan publik. Ia menegaskan bahwa sumpah jabatan yang diucapkan bukan sekadar seremonial, melainkan janji suci untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat desa.

Kedua, konsolidasi internal pemerintahan desa. Para kades diminta segera membangun komunikasi yang harmonis dengan perangkat desa serta melanjutkan program-program positif yang telah dirintis oleh kepala desa sebelumnya.

Ketiga, menjaga kerukunan masyarakat sebagai fondasi utama pembangunan. Menurut Bupati, keberhasilan pembangunan desa sangat bergantung pada persatuan dan kebersamaan masyarakat.

“Modal utama pembangunan adalah kerukunan. Tanpa itu, program sehebat apa pun akan sulit berjalan,” tegasnya.

Keempat, pengawalan program pembangunan. Para kepala desa diharapkan mampu mengawal dan memastikan keberlanjutan berbagai program pembangunan yang bersumber dari pemerintah pusat, provinsi, maupun pemerintah daerah.

“Waktu yang dimiliki hanya dua tahun. Saya berharap seluruh elemen masyarakat dapat membantu para kades baru agar bisa segera bekerja dan menjalankan program pembangunan di desa masing-masing,” ujar Wahono.

Adapun lima kepala desa yang resmi dilantik yakni:

Sukisno, Kepala Desa Mojorejo, Kecamatan Kedungadem.
Woto, Kepala Desa Tanggir, Kecamatan Malo.

Muhammad Imadudin, Kepala Desa Jawik, Kecamatan Tambakrejo.
Aris Wijayanto, Kepala Desa Setren, Kecamatan Ngasem.
Pasir, Kepala Desa Punggur, Kecamatan Purwosari.

Acara pelantikan ditutup dengan pemberian ucapan selamat dari jajaran Wakil Bupati, Forkopimda, serta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan.

 Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Para pejabat berharap para kepala desa yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan baik serta membawa perubahan positif bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat desa di Bojonegoro.

Redaksi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Warga Desa Bulaklo Balen Bojonegoro Dilaporkan Menghilang, Sepeda dan KTP Ditemukan di Sekitar Jembatan Kanor–Rengel

Bojonegoro ||Lintangnusantara.com – Seorang warga Desa Bulaklo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro bernama Muhlasin, yang dikenal dengan panggilan akrab Huma, dikabarkan menghilang secara misterius. Hingga saat ini keberadaannya belum diketahui dan masih menjadi perhatian warga setempat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sepeda milik Muhlasin ditemukan di sekitar jembatan penghubung Kanor–Rengel, tepatnya di kawasan Kare. Sepeda tersebut pertama kali diketahui oleh warga yang melintas di sekitar lokasi. Tidak hanya itu, di sekitar lokasi penemuan sepeda juga ditemukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang diduga milik Muhlasin. Selain KTP, warga juga menemukan sebuah tali tampar yang berada tidak jauh dari sepeda tersebut. Temuan tersebut membuat warga sekitar semakin khawatir terkait keberadaan Muhlasin. Namun hingga saat ini kronologi pasti hilangnya Muhlasin masih belum diketahui, termasuk penyebab maupun kemungkinan kejadian yang menimpanya. Masyara...

Bulaklo, Kecamatan Balen,

|| Lintangnusantara.com  Berita duka menyelimuti warga Desa  Bojonegoro. Seorang pria bernama Khoirul dikabarkan meninggal dunia secara tiba-tiba usai melakukan perbaikan kendaraan jenis Combi miliknya. ​Kejadian ini sontak menggegerkan warga setempat. Hingga kini, penyebab pasti dan kronologi detail mengenai peristiwa tersebut masih diselimuti misteri. ​ Kronologi Kejadian Belum Jelas ​Berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat, Khoirul diketahui sedang memperbaiki kendaraannya. Namun, tidak ada yang mengetahui secara persis bagaimana peristiwa fatal itu terjadi. ​Warga baru menyadari setelah Khoirul ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa. ​"Kami awalnya tidak tahu, tiba-tiba dapat kabar kalau dia meninggal," ujar salah satu warga. ​ Penyebab Masih Dalam Penyelidikan ​Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab meninggalnya Khoirul. Belum dapat dipastikan apakah ini merupakan kecelakaan kerja saat memperbaiki mobi...

Anggota Polsek Ngraho Kawal Pembagian 500 Paket Takjil oleh Radar Ngraho Bersama AWPI DPC Bojonegoro

BOJONEGORO ||  – Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah kembali ditunjukkan oleh insan pers di Kabupaten Bojonegoro.  Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (DPC AWPI) Bojonegoro bersama komunitas Radar Ngraho menggelar kegiatan bakti sosial berupa pembagian ratusan paket takjil kepada masyarakat. Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan di depan Mapolsek Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, pada sore hari menjelang waktu berbuka puasa.  Dalam kegiatan itu, sebanyak 500 paket takjil dibagikan kepada para pengguna jalan, pengendara kendaraan roda dua maupun roda empat, serta masyarakat yang melintas di sekitar lokasi kegiatan. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar berkat dukungan serta pengawalan dari anggota Polsek Ngraho yang turut membantu mengatur arus lalu lintas agar pembagian takjil tidak mengganggu aktivitas pengguna jalan. Ketua DPC AWPI Bojonegoro, Agus Setiyadi, mengatakan bahwa kegiatan berbagi takjil tersebut meru...