Langsung ke konten utama

Diduga Tanpa Izin, Penanaman Tiang dan Penarikan Kabel Fiber Optik di Sukosewu Tuai Kritik Warga

Bojonegoro ||Lintangnusantara.com– Aktivitas penanaman tiang serta penarikan kabel jaringan fiber optik di wilayah Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Proyek pembangunan jaringan telekomunikasi tersebut diduga berlangsung tanpa kejelasan perizinan dan tanpa sosialisasi kepada warga sekitar.

Pantauan di lapangan menunjukkan pemasangan tiang serta penarikan kabel fiber optik membentang di sepanjang ruas jalan yang menghubungkan Desa Sidodadi menuju Kecamatan Sukosewu. Panjang jaringan yang dipasang diperkirakan mencapai kurang lebih dua kilometer.

Namun, di balik pembangunan infrastruktur digital tersebut, warga justru mempertanyakan legalitas kegiatan yang dilakukan. Sejumlah titik penanaman tiang disebut dilakukan tanpa koordinasi dengan pemilik lahan di sekitar lokasi pemasangan.
Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekhawatirannya terkait kondisi kabel yang dinilai semakin semrawut di sepanjang jalan tersebut. Ia menilai sebagian kabel terlihat kendor dan menggantung rendah sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan.

“Sekarang kabel makin banyak ditarik di sepanjang jalan. Ada yang sampai kendor dan tidak pernah diperbaiki. Penanaman tiangnya juga seperti asal tancap tanpa koordinasi dengan warga. Kalau dibiarkan, ini bisa membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.

Warga menilai kondisi tersebut mencerminkan lemahnya pengawasan terhadap pembangunan jaringan utilitas di wilayah tersebut. Selain mengganggu estetika lingkungan, pemasangan kabel yang tidak tertata juga berpotensi menimbulkan risiko keselamatan bagi masyarakat.
Sejumlah pekerja yang berada di lokasi proyek saat dikonfirmasi awak media menyebut bahwa jaringan yang dipasang merupakan milik perusahaan penyedia jaringan telekomunikasi PT iForte Solusi Infotek. Pekerjaan tersebut, menurut mereka, dikerjakan oleh pihak subkontraktor yang berasal dari Kabupaten Lamongan dan melibatkan vendor lain dari wilayah Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban.
Meski demikian, para pekerja di lapangan tidak dapat menunjukkan dokumen perizinan ataupun surat tugas resmi yang menjelaskan legalitas proyek tersebut.

Situasi ini memunculkan pertanyaan publik terkait sejauh mana pengawasan pemerintah daerah terhadap proyek jaringan telekomunikasi yang masuk ke wilayah Kabupaten Bojonegoro. Pasalnya, setiap pembangunan jaringan utilitas pada ruang milik jalan semestinya harus melalui proses perizinan serta koordinasi dengan instansi terkait.

Beberapa pihak juga menilai lemahnya pengawasan dapat membuka peluang bagi praktik pemasangan jaringan secara sembarangan tanpa memperhatikan standar keselamatan maupun tata kelola ruang publik.

Masyarakat pun mendesak pemerintah daerah melalui dinas terkait, khususnya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bojonegoro, untuk segera melakukan pengecekan langsung di lapangan guna memastikan legalitas proyek tersebut.

Selain itu, warga juga meminta adanya penataan ulang terhadap jaringan kabel utilitas yang sudah terpasang di sepanjang ruas jalan. Tanpa pengaturan yang jelas, keberadaan kabel yang semakin menumpuk dikhawatirkan tidak hanya merusak estetika kawasan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.
Dengan semakin pesatnya pembangunan jaringan telekomunikasi di berbagai wilayah Bojonegoro, masyarakat berharap pemerintah daerah tidak hanya mendorong percepatan pembangunan infrastruktur digital, tetapi juga memastikan seluruh prosesnya berjalan sesuai aturan, transparan, dan tidak mengabaikan keselamatan publik.
Redaksi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Warga Desa Bulaklo Balen Bojonegoro Dilaporkan Menghilang, Sepeda dan KTP Ditemukan di Sekitar Jembatan Kanor–Rengel

Bojonegoro ||Lintangnusantara.com – Seorang warga Desa Bulaklo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro bernama Muhlasin, yang dikenal dengan panggilan akrab Huma, dikabarkan menghilang secara misterius. Hingga saat ini keberadaannya belum diketahui dan masih menjadi perhatian warga setempat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sepeda milik Muhlasin ditemukan di sekitar jembatan penghubung Kanor–Rengel, tepatnya di kawasan Kare. Sepeda tersebut pertama kali diketahui oleh warga yang melintas di sekitar lokasi. Tidak hanya itu, di sekitar lokasi penemuan sepeda juga ditemukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang diduga milik Muhlasin. Selain KTP, warga juga menemukan sebuah tali tampar yang berada tidak jauh dari sepeda tersebut. Temuan tersebut membuat warga sekitar semakin khawatir terkait keberadaan Muhlasin. Namun hingga saat ini kronologi pasti hilangnya Muhlasin masih belum diketahui, termasuk penyebab maupun kemungkinan kejadian yang menimpanya. Masyara...

Bulaklo, Kecamatan Balen,

|| Lintangnusantara.com  Berita duka menyelimuti warga Desa  Bojonegoro. Seorang pria bernama Khoirul dikabarkan meninggal dunia secara tiba-tiba usai melakukan perbaikan kendaraan jenis Combi miliknya. ​Kejadian ini sontak menggegerkan warga setempat. Hingga kini, penyebab pasti dan kronologi detail mengenai peristiwa tersebut masih diselimuti misteri. ​ Kronologi Kejadian Belum Jelas ​Berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat, Khoirul diketahui sedang memperbaiki kendaraannya. Namun, tidak ada yang mengetahui secara persis bagaimana peristiwa fatal itu terjadi. ​Warga baru menyadari setelah Khoirul ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa. ​"Kami awalnya tidak tahu, tiba-tiba dapat kabar kalau dia meninggal," ujar salah satu warga. ​ Penyebab Masih Dalam Penyelidikan ​Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab meninggalnya Khoirul. Belum dapat dipastikan apakah ini merupakan kecelakaan kerja saat memperbaiki mobi...

Anggota Polsek Ngraho Kawal Pembagian 500 Paket Takjil oleh Radar Ngraho Bersama AWPI DPC Bojonegoro

BOJONEGORO ||  – Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah kembali ditunjukkan oleh insan pers di Kabupaten Bojonegoro.  Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (DPC AWPI) Bojonegoro bersama komunitas Radar Ngraho menggelar kegiatan bakti sosial berupa pembagian ratusan paket takjil kepada masyarakat. Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan di depan Mapolsek Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, pada sore hari menjelang waktu berbuka puasa.  Dalam kegiatan itu, sebanyak 500 paket takjil dibagikan kepada para pengguna jalan, pengendara kendaraan roda dua maupun roda empat, serta masyarakat yang melintas di sekitar lokasi kegiatan. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar berkat dukungan serta pengawalan dari anggota Polsek Ngraho yang turut membantu mengatur arus lalu lintas agar pembagian takjil tidak mengganggu aktivitas pengguna jalan. Ketua DPC AWPI Bojonegoro, Agus Setiyadi, mengatakan bahwa kegiatan berbagi takjil tersebut meru...