Langsung ke konten utama

Wujud Kepedulian Nyata, Ratusan Pemudik Program “Mudik Asyik Bareng PSI” Tiba di Bojonegoro

BOJONEGORO ||lintangnusantara.com– Suasana haru dan penuh kehangatan mewarnai kedatangan ratusan pemudik asal Jakarta yang tiba di Kabupaten Bojonegoro melalui program “Mudik Asyik Bareng PSI”. Program mudik gratis yang digagas oleh Kaesang Pangarep bersama Partai Solidaritas Indonesia ini menjadi wujud kepedulian nyata kepada masyarakat perantau agar dapat merayakan Hari Raya bersama keluarga di kampung halaman.
Rombongan pemudik tiba di Kota Ledre pada Minggu (15/3/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Kedatangan mereka disambut hangat oleh jajaran pengurus DPD PSI Bojonegoro yang telah menunggu sejak dini hari.

Ketua DPD PSI Bojonegoro, Habibi, bersama pengurus harian terlihat menyambut langsung para pemudik yang turun dari bus. Rasa lelah setelah perjalanan panjang dari Jakarta seketika sirna, berganti dengan senyum bahagia ketika mereka kembali menginjakkan kaki di tanah kelahiran.
Fasilitas Lengkap untuk Kenyamanan Pemudik
Dalam program ini, sebanyak 200 pemudik asal Bojonegoro diberangkatkan dari Jakarta menggunakan empat unit bus pariwisata, masing-masing berkapasitas 50 penumpang.
Tidak hanya menyediakan transportasi gratis, panitia juga menyiapkan berbagai fasilitas guna memastikan perjalanan berlangsung aman dan nyaman, di antaranya:
Bus pariwisata yang nyaman dan aman selama perjalanan.

Konsumsi makan dan minum yang disediakan selama perjalanan mudik.
Bingkisan sarung yang diberikan kepada setiap pemudik saat tiba di Bojonegoro sebagai kenang-kenangan sekaligus perlengkapan ibadah menjelang Lebaran.

Ketua DPD PSI Bojonegoro, Habibi, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen partai untuk hadir dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya para perantau yang ingin pulang ke kampung halaman.
“Program ini adalah bentuk kepedulian nyata dari PSI kepada masyarakat. Kami ingin memastikan saudara-saudara kita yang bekerja di Jakarta dapat pulang ke Bojonegoro dengan aman, nyaman, dan tanpa terbebani biaya transportasi yang biasanya melonjak saat musim mudik,” ujarnya.

Pemudik Merasa Terbantu
Program mudik gratis ini pun mendapat sambutan positif dari para peserta. Mereka mengaku sangat terbantu dengan adanya fasilitas yang diberikan, terutama di tengah tingginya biaya transportasi menjelang Hari Raya.

Salah satu pemudik mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada PSI dan Ketua Umum PSI.

“Saya sangat bersyukur bisa ikut program ini. Terima kasih untuk PSI dan Mas Kaesang. Fasilitasnya sangat baik, dapat makan selama perjalanan dan sampai sini juga diberi sarung. Ini sangat membantu kami yang merantau agar bisa Lebaran bersama keluarga,” ujarnya dengan penuh haru.

Program “Mudik Asyik Bareng PSI” ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap masyarakat dapat diwujudkan melalui aksi nyata, terutama dalam membantu para perantau untuk kembali bersilaturahmi dengan keluarga di momen suci Hari Raya Idul Fitri.

Pakto

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Warga Desa Bulaklo Balen Bojonegoro Dilaporkan Menghilang, Sepeda dan KTP Ditemukan di Sekitar Jembatan Kanor–Rengel

Bojonegoro ||Lintangnusantara.com – Seorang warga Desa Bulaklo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro bernama Muhlasin, yang dikenal dengan panggilan akrab Huma, dikabarkan menghilang secara misterius. Hingga saat ini keberadaannya belum diketahui dan masih menjadi perhatian warga setempat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sepeda milik Muhlasin ditemukan di sekitar jembatan penghubung Kanor–Rengel, tepatnya di kawasan Kare. Sepeda tersebut pertama kali diketahui oleh warga yang melintas di sekitar lokasi. Tidak hanya itu, di sekitar lokasi penemuan sepeda juga ditemukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang diduga milik Muhlasin. Selain KTP, warga juga menemukan sebuah tali tampar yang berada tidak jauh dari sepeda tersebut. Temuan tersebut membuat warga sekitar semakin khawatir terkait keberadaan Muhlasin. Namun hingga saat ini kronologi pasti hilangnya Muhlasin masih belum diketahui, termasuk penyebab maupun kemungkinan kejadian yang menimpanya. Masyara...

Bulaklo, Kecamatan Balen,

|| Lintangnusantara.com  Berita duka menyelimuti warga Desa  Bojonegoro. Seorang pria bernama Khoirul dikabarkan meninggal dunia secara tiba-tiba usai melakukan perbaikan kendaraan jenis Combi miliknya. ​Kejadian ini sontak menggegerkan warga setempat. Hingga kini, penyebab pasti dan kronologi detail mengenai peristiwa tersebut masih diselimuti misteri. ​ Kronologi Kejadian Belum Jelas ​Berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat, Khoirul diketahui sedang memperbaiki kendaraannya. Namun, tidak ada yang mengetahui secara persis bagaimana peristiwa fatal itu terjadi. ​Warga baru menyadari setelah Khoirul ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa. ​"Kami awalnya tidak tahu, tiba-tiba dapat kabar kalau dia meninggal," ujar salah satu warga. ​ Penyebab Masih Dalam Penyelidikan ​Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab meninggalnya Khoirul. Belum dapat dipastikan apakah ini merupakan kecelakaan kerja saat memperbaiki mobi...

Anggota Polsek Ngraho Kawal Pembagian 500 Paket Takjil oleh Radar Ngraho Bersama AWPI DPC Bojonegoro

BOJONEGORO ||  – Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah kembali ditunjukkan oleh insan pers di Kabupaten Bojonegoro.  Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (DPC AWPI) Bojonegoro bersama komunitas Radar Ngraho menggelar kegiatan bakti sosial berupa pembagian ratusan paket takjil kepada masyarakat. Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan di depan Mapolsek Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, pada sore hari menjelang waktu berbuka puasa.  Dalam kegiatan itu, sebanyak 500 paket takjil dibagikan kepada para pengguna jalan, pengendara kendaraan roda dua maupun roda empat, serta masyarakat yang melintas di sekitar lokasi kegiatan. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar berkat dukungan serta pengawalan dari anggota Polsek Ngraho yang turut membantu mengatur arus lalu lintas agar pembagian takjil tidak mengganggu aktivitas pengguna jalan. Ketua DPC AWPI Bojonegoro, Agus Setiyadi, mengatakan bahwa kegiatan berbagi takjil tersebut meru...